Nov
01
Melakukan dengan khusyu pastinya sangat sulit dilakukan oleh para umat muslim. Tak hanya saya yang pasti, tetapi masih banyak muslim yang lain. Terkadang kita merasa sangat sulit untuk dapat mengalami kekhusyu'an dalam beribadah. Berbagai carapun kita lakukan untuk dapat khusyu tetapi malah sebaliknya bukan kehitmatan yang kita rasakan tetapi malah konsentrasi yang terpecah belah. Alhasilll, sholat yang kita kerjakan tidak sempurna.
Tentunya kita berfikir apa yang disebut dengan khusyu' itu? Dan bagaimana kita dapat mencapainya?
Sebenarnya kalau kita bisa memahami arti sholat khusyu yang sesungguhnya kita pasti juga akan dapat merasakan hasilnya, Saat seseorang melakukan sholat secara Khusyu', maka di diri seseorang tersebut pastinya akan merasakan suatu ketenangan didalam hidupnya, khususnya tentang segala sesuatu yang telah menyebabkan gundah, risau serta jengkel didalam hati.
Sebelum sholat pasti kita meraskan sesuatu beban yang sangat berat yang mengganggu hati kita, Tetapi ketika kita selesai shalat, yang muncul di dalam hati kita justru kenyamanan dan kesegaran yang kita rasa, sampai- sampai kita berharap kalau itu jangan berhenti. Yaaa...inilah salah satu efek dari melakukan sholat secara khusyu. Karena Khusyu' adalah suatu wisata rohani bagi orang orang yang beriman dan merupakan suatu kenikmatan hati yang diberikan Allah kepada kita
Ada beberapa faktor juga yang menyebabkan Kekhuyu' an terganggu
-
Tidak fokus didalam melakukan sholat
-
Menahan lapar dan haus
-
Menahan Buang Air Besar ataupun kecil
-
Menahan Kantuk
-
Melihat sesuatu yang bikin lalai dalam shalat
-
Mengingat sesuatu yang menggangu pikiran
-
Mendengar suara orang ngobrol
Baca juga artikel tentang tata cara sholat khusyu
Read more..
Sep
19
Sholat merupakan tiang agama (Islam), maka barang siapa yang mendirikan nya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) dan barang siapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam ) itu, Yaaaa....itulah yang sering kita dengar saat kita masih kecil sampai sekarang.
Maka dari itu sholat merupakan salah satu komponen utama dalam bangunan Islam, hendaknya kita sebagai muslim dan muslimah mengkuatkan, mengkokohkan, agar bangunan Islam yang kita bernaung di dalamnya tidak roboh dan dirobohkan. Maka marilah kita tngkatkan kebaikan- kebaikan dalam sholat dengan melaksanaknnya dengan khusyu, berjamaah dan tepat waktu.
Khusyu
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, bahwa ketika orang yang sedang shalat mengucapkan ”alhamdulillah”, Allah SWT menjawab ”hammadani ‘abdi (telah memuji kepada-Ku hamba-Ku).”Kata khusyuk berasal dari khasya’ yakhsyu’ khusyu’an yang artinya memusatkan segala ruh hati dan pikiran seorang mushali kepada semua gerakan dan bacaan dalam shalat. Sehingga, pikiran dan hatinya hanya terfokus di dalam shalat semata.
Berjamaah
Sejak diangkatnya Rasulullah Muhammmad SAW. Menjadi nabi maka sejak itulah terbentuknya sistem Berjamaah
Didalam Islam Berjamaah adalah sebuah keharusan dalam Al-Quran diJelaskan : wa tasimu bihabelillahi Jamiah wwalatafarroquh yang Artinya Berpegang teguhlah dengan Talinya Islam yaitu Berjamaah dan janganlah berpecah bela, dalam AlHadist Shohih Bukhori : Alaikum bilJamaah waiyyakum Walfirqoh yang artinya : Tetapilah berjamaah dan jauhui perpecahan (pecah belah) atau agama yang tidak melaksanakan Berjamaah
Tepat Waktu
Mendirikan shalat sudah menjadi rutinitas muslim, karena memang itu salah satu hal yang wajib dari perintah wajib lainnya yang harus ditunaikan. Begitu pentingnya shalat ini sehingga tidak ada ruang untuk kita melalaikannya(terutama bagi laki-laki yang sudah baligh); tidak mampu berdiri, kita bisa dengan duduk, tidak bisa duduk dengan berbaring, dan sebagainya sampai kita bisa melakukannya. Atau ketika tidak ada air kita bisa bertayamum, ketika dalam perjalanan kita bisa mengatur waktu shalat kita dengan menjamak atau mengqashar shalat kita. Inilah yang membedakan shalat dengan ibadah lain. Oleh karena itu, hendaklah kita sebagai seorang muslim terus meningkatkan kualitas ibadah shalat yang kita lakukan setiap harinya dengan baik dan benar. Benar dalam arti sesuai dengan Sunnah, Baik dalam arti mengerjakannya Semata-mata hanya karena Allah dan melaksanakan shalat dengan tidak menunda2 waktunya
Read more..
Agu
12
Saya terbelalak ketika membaca sebuah tulisan seorang tentang pakaian muslimah disini. Sebuah tutur bahasa yang lugas, menyengat namun jujur mengkritik bagaimana masyarakat kita sudah terjerumus pada pemahaman yang keliru mengenai keterharusan berbusana, terutama bagi kaum wanita. Hal ini semakin terasa tajam ketika tayangan televisi kini sering menyajikan sosok religius-religius baru dalam wajah para artis dan publik figur yang tidak pernah lepas menggunakan busana muslim. Kritik itu menjadi begitu pedas - namun enak dikecap - ketika banyak orang menjadi muslim yang sifatnya musiman. Ya, lebaran memang sudah di depan mata.
Dengan tajam penulis menyamakan kita dengan ikan sarden yang terbungkuskan kaleng :
Entah mengapa, seseorang yang "muslim" dan seseorang yang "muslimah" harus diserupakan dengan ikan sarden! Ia harus dibungkus oleh kaleng resmi produk sendiri.
Bagi penulis, menempelkan istilah muslim pada jenis pakaian ini dan itu merupakan hal yang amat berlebihan. Karena Islam tidak bukanlah pondok pesantren dan partai politik. Setiap umat diberi kebebasan dalam memilih jenis pakaiannya masing-masing, asal tidak memamerkan aurat, tidak bersifat transparan sehingga tampak bagian dalamnya dan tidak membalut ketat sehingga menampilkan lekuk tubuh.
Nampak jelas, penulis ingin mengkritik pada praktek beragama, yang kemudian makin diperparah ketika dieksploitasi oleh kalangan pebisnis dan dunia entertainment. Ya "orang-orang" kuat tersebut memang pintar menciptakan budaya-budaya baru, trend dan paradigma baru yang sejatinya tidak ada dalam keagamaan, namun sarat dengan kepentingan pribadi
Read more..
Agu
11
Masih terjadi kontoversi mengenai hukum Aqiqah yang sebenarnya diantara beberapa pendapat para ulama. Sebagian berpendapat bahwa hukumnya wajib namun sebagian mengatakan hukum sunnah. Bahkan Madzhab Hanafiah mengatakan tidak wajib dan tidak pula sunnah, hukumnya mubah. Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama dan pelaksanaannya paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya.
Aqiqah atau akikah secara syari’at memiliki makna sebagai hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Sebagai hal yang di syariatkan oleh Allah SWT., tentu membawa hikmah dan manfaat bagi yang melaksanakannya. Menjadi sangat dianjurkan terutama bagi keluarga yang mampu, sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang ingin menyembelih (hewan ‘aqiqah) untuk anaknya maka lakukanlah, dan barang siapa yang tidak ingin (tidak mampu) maka tinggalkanlah.” (HR. Abu Dawud).
Mengenai jumlah kambing yang diaqiqahkan bergantung pada jenis kelamin bayi seperti yang telah dianjurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam :
“Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor. Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”
Hikmah beraqiqah sendiri adalah sebagai Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir. Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.
Sedangkan Manfaatnya adalah sebagai berikut :
- Merupakan kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang ditujukan (pahalanya) untuk bayi yang baru lahir ke alam dunia.
- Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.
- Merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan.
- Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
- Akikah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat.
Read more..
Jul
24
Keponakanku benar-benar "jagoan". Siapa yang tidak pernah kena kemplang kepalanya? Seisi rumah - bahkan tamu yang singgah barang 2 jam saja - pernah jadi korban kekerasaannya. Padahal usianya belum genap 3 tahun. Kok bisa ia menjadi begitu ringan tangan? Kok begitu mudahnya ia melempar barang ini itu sesukanya? Saya tidak hendak menyalahkan siapa-siapa. Tapi memang secara kebiasaan, memukul di rumah itu sudah menjadi habbit yang tidak disadari dampak negatifnya terhadap perkembangan anak. Yang lebih parah lagi : ponakan saya tersebut memang terus disajikan berbagai bentuk "kekerasaan" yang terbungkus dalam bentuk mainan dan game.
Ya, ayahnya yang masih muda senangnya main game Counter Strike di rumah. Si anak jadi ikut lihat-lihat hingga mulai belajar memencet mouse untuk ikut menghujamkan peluru. Darah muncrat di layar komputer jadi santapannya tiap hari. Kemenangan dan berhasilnya membunuh lawan ditandai dengan tawa bersama-sama. Menyakiti adalah sebuah game! Sebuah kesenangan.
Ditambah makin parah karena ia sering diberi kado berupa pistol-pistolan. Dari yang sekedar tanpa suara hingga yang bunyi meletup seperti beneran. Si Ayah senang-senang saja karena buah hatinya bahagia dengan mainan barunya. Bahkan kejadian memberikan kado berupa mainan keras lain - walau tidak ulang tahun - menjadi kesenangan yang membawa kebahagiaan karena melihat anaknya ceria.
Padahal, dari sinilah si ponakanku ini belajar tentang kekerasan. Repotnya, seluruh isi keluarga merasa kebingungan : Kok bisa ya anak ini jadi kasar? Siapa sih yang ngajarin? Wah pasti keikut nakalnya si ini dan itu (Sembari menunjuk nama-nama anak tetangga)
Read more..